Estimasi Perbandingan Harga Antara Panel Lantai AAC, Dak Keraton, dan Dak Konvensional

Estimasi perbandingan harga bahan konstruksi bangunan untuk rumah tingkat dua dan seterusnya, antara: Panel Lantai AAC, Dak Keraton, dan Dak Beton Cor Konvensional. Estimasi perhitungannya berdasarkan spesifikasi dari masing-masing produk, termasuk dari hasil proses kualifikasi di lapangan. Bahan material bangunan tersebut ketiganya berfungsi sebagai pelat lantai atas atau lantai dua rumah, gedung atau bangunan bertingkat.

Harga panel lantai AAC (Autoclaved Aerated Concrete)

Ilustrasi Analisa Perhitungan untuk 8 m2

-Panel lantai = Rp. 2.650.000,00 (1m3 =8m2)

-Grouting : 2 zak x Rp. 120.000,00 = Rp. 240.000,00

-Besi dia.10 mm : 4ljr x Rp.60.000,00 = Rp. 240.000,00

-Sewa alat (hoist): 1 x Rp. 20.000,00 = Rp. 20.000,00

-Ongkos tukang : 8 x Rp. 750.000,00 = Rp. 600.000,00

Total biaya 1 m3 (8m2) Panel lantai = Rp. 3.750.000,00

Jadi, Harga panel lantai terpasang per m2: 3.750.000 : 8 = Rp. 468.750,00

Panel lantai AAC adalah beton ringan pracetak yang memiliki ukuran beragam. Karena panel lantai termasuk beton praktis pengganti pelat beton cor konvensional maka, panel lantai harus memiliki ukuran yang variatif. Hal ini agar lebih mudah disesuaikan dengan rancangan struktur ruangan yang sudah dipersiapkan.

Jenis ukuran panel lantai yang tersediapun bersifat tetap, didesain melalui kontrol dan perhitungan yang akurat dari hasil survey di lapangan. Namun, perlu pemahaman yang menyeluruh terkait semua jenis ukuran panel lantai AAC ini. Jika Anda lebih spesifik memahami ukurannya tentu akan lebih memudahkan Anda dalam merancang struktur kolom ruangan yang akan menggunakan panel lantai sebagai konstruksi lantai nantinya.

Beton ringan panel lantai Citicon

Beton ringan panel lantai Citicon

Untuk mengenal berbagai jenis ukuran panel lantai dan spesifikasinya, silahkan klik pada setiap link di bawah ini:

Panel lantai Grand Elephant

Panel lantai Citicon

Panel lantai Leibel

Estimasi harga dak beton cor konvensional

Berikut Ilustrasi Analisa Perhitungan untuk 8 m2

– PC (semen) : 7 sak x Rp. 71.000,- = Rp. 491.000,-

– Pasir : 0.52 m3 x Rp. 280.000,- = Rp. 145.000,-

– Split : 0,85 m3 x Rp. 300.000,- = Rp. 255.000,-

– Kaso 4/6 & 5/7 : 48 Btg x Rp. 31.000,- = Rp. 1.488.000,-

– Triplek 9 mm : 3 lembar x Rp. 125.000,- = Rp. 375.000,-

– Paku : 5 kg x Rp. 20.000,- = Rp. 100.000,-

– Papan Cor (2 m) : 6 lbr x Rp. 17.000,- = Rp. 102.000,-

– Besi Beton Ø8 : 25 btg x Rp. 49.000,- = Rp. 1.225.000,-

– Kawat Beton : 2 kg x Rp. 20.000,- = Rp. 40.000,-

Alat kerja + Overhead : 1 ls x Rp. 400.000,- = Rp. 400.000,-
Upah Tenaga : 8 m2 x Rp. 180.000,- = Rp. 1.440.000,-
Upah Bongkar Begisting : 8 m2 x Rp. 30.000,- = Rp. 240.000,-

Total Biaya 1 m3 (8 m2) Plat Cor Konvensional = Rp. 6.307.600,-

Rata-Rata Biaya tiap 1 m2 cor dak beton biasa = Rp. 788.450,-

Harga dak Keraton (Ceilling Brick)

Dak keraton adalah salah satu pilihan untuk meningkat lantai rumah lebih ekonomis, lebih aman, efisien tanpa bekisting, tanpa mengurangi kekuatan untuk menahan beban diatasnya.

Dak Keraton Ceiling Brick

Dak Keraton Ceiling Brick

Harga dak Keraton per-meter persegi terpasang Rp. 580.000/m2.

Ukuran dan dimensi Keraton atau Ceilling Brick

Ada dua Tipe KERATON yang biasa dipasarkan yakni : 1. CB 9 = tebal 9-10 cm 2. CB 12 = tebal 12-13 cm dengan Dimensi normal panjang : 24 -25 cm dan lebar 21-22 cm dimensi potongan 1/4 panjang 7-8 cm dan lebar 21-22 cm 1 meter persegi = 20 pcs keraton

Kelebihan dak Keraton

1. Bobot Ringan

Sekitar 130-150kg/m2dibandingkan dengan beton 288 kg/m2. Ini karena Keraton memiliki rongga didalam dan material pembentuknya adalah tanah liat. Bobot yang ringan ini menyebabkan beban strukur yang didukung oleh kolom bisa dihemat. Selain itu, keuntungan bobot yang ringan akan memperkecil gaya gempa yang diterima oleh stuktur bangunan. Ini berarti bila mengalami keruntuhan, lantai tidak akan runtuh dalam bentuk lempengan besar dan berat tetapi dalam bentuk lempengan kecil-kecil.

2. Ekonomis

Dak beton dibentuk dari pasir, batu pecah dan semen kemudian diberi tulangan baja. Bila menggunakan keraton, maka pemakaian beton dapat dihemat hingga 60%. Ini karena pengecoran beton hanya dilakukan pada lapisan diatas keraton (setebal 1-3cm) dan celah antara satu keraton dengan keraton lainnya. Tulangan baja yang digunakannya pun juga lebih sedikit karena menggunakan sistem tulangan searah. Secara mandiri dapat berfungsi sebagai perancah tetap, dipasang tanpa perlu pembongkaran. Jadi jelas dari segi perancah ada penghematan.

3. Cepat Kerjanya

Bila menggunakan beton, plat/dak lantai harus diberi bekisting untuk menahan cetakannya. Sedangkan dengan keraton anda tidak perlu menggunakan cetakan dan bekisting dalam jumlah yang banyak. Bekisting hanya diletakkan pada ujung tumpuan balok. Karena keuntungan ini, anda dapat membuat plat/dak beton tanpa harus membongkar atap rumah keseluruhan terlebih dahulu. Tidak hanya itu, bila rumah anda dibangun dari awal dengan menggunakan bekisting yang minim, pekerjaan finishing di lantai bawah dapat segera diselesaikan tanpa harus menunggu selesainya pembuatan plat/dak beton di atasnya.

4. Isolator Panas dan Tahan Gempa

Rongga didalam bata dak keraton ini juga memberikan keuntungan tambahan yaitu dapat meredam panas dan bunyi karena berfungsi sebagai isolator.

5. Bernilai Seni

Seperti sering kita lihat pada bangunan bata espos yang artistik, hal itu berlaku pula pada bata keraton.

Kelemahan dak Keraton

1.Hanya untuk dak persegi

Karena memakai konsep balok, maka lantainya adalah one-way-slab, pengalihan beban dalam satu arah saja. Jadi bentuk lantai yang cocok adalah persegi, dimana balok komposit keraton tersebut ditempatkan pada arah pendeknya. Jadi jika digunakan pada lantai berbentuk bujur sangkar dimana pada keempat sisinya ada balok tumpuan yang di cor sekaligus maka sistem ini tidak cocok.

2. Ketebalan lapisan beton tipis

Karena bagian beton atau mortar yang menjadi komposit relatif tipis, maka perilaku beban yang cocok adalah lentur global. Jika bebannya kebanyakan merata, lebih cocok, jika dibanding beban terpusat. Jika dipaksa, maka sebaiknya ketebalan beton ditambah, minimal 5 atau 6 cm dengan di atasnya ditambah tulangan. Masalahnya apakah teknologi ini mampu berdiri sendiri, karena jelas jika beton ditambah maka akan bertambah berat juga.

3. Koneksi dengan plafon

Untuk pemasangan plafon di bagian bawah, hati-hati. Perlu ditanya apakah keramiknya nggak pecah jika dipaku. Apalagi paku beton. Karena biasanya semakin keras itu keramik, maka semakin non-ductile (getas).

perbandingan ini dibuat hanya untuk sebagai bahan pertimbangan. Dengan tujuan agar supaya dapat dijadikan sebagai landasan pemahaman yang mendasar terhadap setiap produk yang ditawarkan di pasar.

Dari hasil perbandingan harga produk plat lantai di atas, dapat Anda bandingkan dan cermati produk mana yang menurut Anda lebih cocok ingin Anda jadikan sebagai alternatif bahan konstruksi lantai bangunan tempat tinggal Anda. Dan disini kami hanya menjual produk panel lantai AAC, untuk pertanyaan dan layanan hubungi:

Marketing           : Iyet hidayat

Telp/WA             : 0821-7824-2523

E-mail                 : lantaihebelpintar@gmail.com

Komen Semudah di Facebook